ATROPA BELLADONNA

 Atropa Belladonna | Tanaman

    Atropa belladonna, juga dikenal dengan nama “belladonna” atau “deadly nightshade” adalah tanaman semak beracun yang berasal dari eropa dan asia barat. Tanaman ini berbunga tahunan dengan tinggi kisaran 1 hingga 2 meter. Tumbuhan ini memiliki batang tegak dan daun berbentuk jantung yang tersusun secara bergantian. Bunganya berbentuk lonceng, biasanya berwarna ungu kecoklatan dan terlihat menarik. Selama musim gugur, tananman ini menghasilkan buah beri bebentuk bundar dengan diameter sekitar 1,5 cm yang ketika matang berwarna hitam mengkilap yang mengandung biji-bijian.Tanaman ini biasanya ditemukan di dalam hutan, semak belukar, dan tepi jalan. Namun, karena kegunaanya dalam obat-obatan, tanaman ini juga dapat ditemukan dikebun herbal atau kebun khusus.

    Atropa belladonna mengandung senyawa kimia yang berpotensi beracun. Komponen utamanya adalah alkaloid tropane, termasuk atropine, scopolamine, dan hyoscyamine. semua bagian tumbuhan ini mengandung alkaloid tropane, mengutip dari Wikipedia bagian akar mengandung hingga 1,3%, daun 1,2%, batang 0,65%, bunga 0,6%, buah matang 0,7%, dan biji 0,4% alkaloid tropane. Bagian daun mencapai kandungan alkaloid maksimal saat tanaman bertunas dan berbunga sedangkan akar paling beracun pada akhir masa vegetasi tanaman. Nektar belladonna yang diubah menjadi madu oleh lebah juga mengandung alkaloid tropane. Buahnya menjadi bahaya besar bagi anak-anak karena terlihat menarik dan memiliki rasa yang agak manis. Secara umum akarnya merupakan bagian yang paling beracun, meskipun hal ini bervariasi dari satu spesimen ke spesimen lainnya. Alkaloid-alkaloid ini menargetkan system saraf manusia dan dapat memengaruhi reseptor muskarinik di otak dan system saraf pusat.

    Meskipun beracun, atropa belladonna memiliki beberapa penggunaan medis yang telah diketahui sejak zaman kuno. Seiring dengan perkembangan dunia medis modern, tanaman ini mulai diolah kedalam produk kosmetik dan obat-obatan. Mengutip dari hellosehat, senyawa scopolamine berfungsi untuk mengurangi sekresi beberapa organ tubuh dan juga membantu mengurangi mual dan muntah akibat asam lambung naik. Juga berfungsi untuk mengendalikan detak jantung dan melemaskan otot. Atropine memiliki fungsi yang sama dengan schopolamine, namun tidak seefektif scopolamine bila digunakan untuk merengangkan otot dan mengendalikan denyut jantung. Namun atropine dapat digunakan sebagai obat tetes mata untuk melebarkan mata. Kombinasi atropine dan scopolamine dalam belladonna bermanfaat dalam mengendalikan kondisi seperti kolitis, divertikulasi, kolik bayi, kolik ginjal dan emoedu, iritasi kulit kemerahan dan banyak lagi.

    Namun, sangat perlu diperhatikan bahwa pengguanaan atropa belladonna dalam konteks medis harus dilakukan oleh professional yang berpengalaman. Efek samping yang terkait dengan penggunaan tanaman ini termasuk gangguan penglihatan, mulut kering, gangguan sakit kepala, dan ganguan kognitif. .overdosis atau penggunaan yang salah dapat berakibat fatal,oleh karena itu, penggunaan tanaman ini harus dikemdalikan dalam pengawasan dokter.

Postingan populer dari blog ini

10 Bunga dan Makna Filosofisnya: Pelajaran Hidup dari Alam yang Diam

Lari: Bukan Sekadar Gerakan Kaki, tapi Investasi Panjang untuk Jantung, Hati, dan Otak

Cara Terbaik Berlatih Maraton Secara Bertahap: Membangun Kekuatan, Bukan Keletihan